Apa dan Bagaimana Belanja COD di Marketplace Biar Ga Gagal Paham

cod maxgraphica cutting sticker sidoarjo

Apa dan Bagaimana Belanja COD di Marketplace

Belanja di e-commerce atau marketplace tentu saja berlainan dengan belanja langsung karena tidak berhubungan secara fisik dengan penjual. Sistem pembayarannya juga bermacam, diantaranya yaitu kontan on delivery (COD).

Apakah itu COD?

COD sebagai salah satunya feature di e-commerce yang memungkinkannya konsumen bayar pesanannya sesudah pesanan sampai.(dikutip dari Kompas)
Feature ini berlainan dengan sistem pembayaran yang lain yang perlu dilaksanakan saat sebelum barang diolah penjual.
Bagaimana bila barang yang diterima tidak sesuai pesanan? apa masih dapat dibalikkan ke penjual?
Eksternal Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menjelaskan, pembeli yang lakukan transaksi bisnis COD bisa mengembalikan barang.
Pengembalian barang dapat dilaksanakan saat sebelum atau setelah konsumen buka paket/kiriman barang. “Jika pemakai telah buka paket/kiriman barang dan ingin mengembalikan barang, karena itu pemakai harus bayar semua pesanan ke partner pengantar dan ajukan protes pengembalian barang atau return ke penjual lewat pusat resolusi yang ada,” ungkapkan Chandra ke Kompas.com, Senin (17/5/2021).
Chandra menjelaskan, faksinya terus mendidik pemakai berkaitan beberapa langkah yang penting jadi perhatian dalam jaga transaksi bisnis belanja yang nyaman dan aman, seperti pastikan rekam jejak toko penjual dan deskripsi dan pembahasan produk dari konsumen.
“Kami merekomendasikan warga tidak untuk meneruskan komunikasi dan transaksi bisnis di luar basis Tokopedia, dan record video saat buka paket,” ungkapkan ia.
Dia menjelaskan, faksinya terus mendidik pemakai berkaitan beberapa langkah yang penting jadi perhatian dalam jaga transaksi bisnis belanja yang nyaman dan aman, seperti pastikan rekam jejak toko penjual dan deskripsi dan pembahasan produk dari konsumen.
Jika mendapati produk yang menyalahi, baik persyaratan dan ketetapan basis atau hukum yang berjalan di Indonesia, warga dapat turut menyampaikannya lewat feature “Adukan” yang ada di sudut atas kanan tiap halaman produk.
Tingginya ketertarikan customer untuk belanja secara online di periode wabah Covid-19 harus diimbangi dengan pengetahuan yang ideal, intinya berkaitan dengan sistem pembayaran.
Janganlah sampai karena tidak pahami sistem pembayaran, customer atau penjual malah dirugikan.
Sekarang ini di marketplace, ada banyak sistem pembayaran yang menjadi opsi customer, seperti bayar pada awal dengan sistem transfer, lewat toko ritel paling dekat, lewat dompet digital, lewat paylater, atau Kontan On Delivery (COD).
Khusus COD, Chief Pemasaran Officer Ninja Xpress Andi Djoewarsa membagi panduan aman belanja online memakai mekanisme COD.

Tips Belanja COD di Marketplace

1. Yakinkan toko online mempunyai trek record bagus
Andi Djoewarsa menjelaskan, toko online yang mempunyai trek record bagus bisa disaksikan lewat kotak kometar masing-masing produk dan bisa disaksikan lewat jumlah bintang sebagai penilaian customer lain.
Disamping itu, customer bisa menulis pesan di feature chat program e-commerce untuk minta seller supaya mengirim barang sesuai yang ada di program.
“Pada service Ninja COD kami tujukan supaya mempermudah konsumen dalam belanja online, khususnya untuk yang masih belum demikian akrab dengan pilihan pembayaran online atau perbankan,” kata Andi dalam tayangan jurnalis, Rabu (20/5/2021).
2. Ketahui persyaratan dan ketetapan belanja
Tiap e-commerce mempunyai persyaratan dan ketetapan yang lain. Customer harus ketahui banyak hal seperti harga minimum dan optimal pembelian, penyuplai service logistik yang bekerja bersama, dan tempat capaian layanan kirim.
3. Gunakan pusat resolusi konsumen care
Dengan manfaatkan service Konsumen Care karena itu konsumen langsung bisa lakukan protes bila mendapati masalah di saat proses akseptasi barang atau di saat membayar lewat COD.
Andi menjelaskan, di service antar Ninja Xpress, Konsumen Care akan lakukan tanggapan cepat atau respon balik sepanjang 30 detik lewat telephone, 3 menit lewat basis chat, 2 jam lewat e-mail, dan optimal 2×24 jam.
“Tak perlu cemas, Konsumen Care akan menolong customer untuk memberi keakuratan resolusi perpecahan permasalahan pengangkutan,” katanya.
Akan tetapi, untuk mengatisipasi konflik di antara pengantar dan customer, sebaiknya bila customer memerhatikan banyak hal ini saat sebelum lakukan pembelian dengan sistem COD :
1. Pahami sistem COD
Dalam transaksi bisnis belanja online, COD sebagai sistem pembayaran pada tempat. Penting untuk dicatat, peranan pengantar di sini cuma untuk partner pengantar yang bekerja untuk mengantarkan paket dan mediator transaksi bisnis di antara penjual ke konsumen.
Pengantar akan ambil barang dari penjual, untuk diantar ke rumah konsumen, dan terima pembayaran uang kontan dari konsumen pada tempat sesudah paket diterima, untuk selanjutnya uang kontan itu diberikan ke penjual sesudah transaksi bisnis sukses dan usai.
“Customer tanah air agar lebih jeli dan pintar dalam belanja online memakai feature COD untuk menghindar peristiwa-kejadian yang tidak diinginkan sama seperti yang sempat pernah trending beberapa saat terakhir,” kata Andi.
2. Pahami persyaratan, peraturan dan transaksi bisnis COD
Saat sebelum menuntaskan transaksi bisnis belanja online, konsumen dan penjual perlu lakukan persetujuan yang pasti berkaitan pesanan seperti tipe produk, ukuran warna, harga barang, alamat pengangkutan, biaya kirim, dan partner pengantar yang bakal diputuskan, intinya service COD.
Selainnya hal itu, ada kembali hal yang juga sangat penting untuk disetujui oleh kedua pihak yakni berkenaan peraturan pengembalian barang bila pesanan tidak sesuai dengan sesudah diterima oleh konsumen.
“Hingga konsumen dan penjual sama senang saat lakukan transaksi bisnis dan pengantar tenang melakukan pekerjaan,” ungkapkan ia.
3. Cara jalan keluar bila barang tidak sesuai dengan pesanan
Dalam transaksi bisnis COD, jika barang atau paket yang terterima oleh konsumen tidak sesuai dengan pesanan atau berlainan dari yang diinginkan, karena itu konsumen bisa sampaikan keluh kesah ke penjual agar dilakukan tindakan, dengan catatan konsumen masih membayar barang ke pengantar.
Dalam kasus ini, segala hal yang terkait berisi paket, menjadi persetujuan di antara konsumen dan penjual dan bukan tanggung jawab pengantar dalam tentukan isi paket.
“Konsumen perlu pahami jika pengantar sebagai partner yang bekerja untuk mengantar pesanan dengan selamat ke tangan konsumen, dan berkewajiban untuk pastikan isi paket tidak alami kerusakan pada proses pengiriman,” sebut ia.
Jika konsumen lakukan transaksi bisnis lewat basis e-commerce, karena itu pengembalian barang sudah ditata sesuai peraturan yang diterapkan oleh e-commerce itu.
Tetapi, jika konsumen lakukan transaksi bisnis langsung dengan konsumen lewat basis social commerce seperti Instagram, Facebook, Whatsapp dan sebagainya, konsumen bisa mengembalikan barang sama sesuai persetujuan dengan konsumen.
maxgraphica tokopedia maxgraphica cutting sticker sidoarjo maxgraphica cutting sticker sidoarjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami
1
Selamat Datang
Ada yang bisa kami bantu? ☺️